Diplonconya saya habis-habisan. Kebetulan dia yang jadi pengawasnya. Terlambat sepuluh menit!" katanya dingin. Nomor test itu tetap di tangannya. Susah sekali ia keluarkan padahal saya merengek- rengek Oke, kamu boleh ikut test" omongnya hampir membuat saya terlonjak. Rupanya ia cukup maklum dengan alasan saya yang masuk akal. Saya kerja malam dan pulang larut sekali sehingga bangun saya kesiangan Nafasnya panas menghembus di wajah saya Bukannya menolak. saya justeru mem balasnya. Lama saya tenggelam dalam ke- asyikan semua yang Ronald lakukan. Terpe daya oleh kenikmatan semu. Saya seperti orang yang haus rasa. Makin terbuai oleh susuran bibir panas Ronald yang gerilyanya kemana-mana. Apapun bisa terjadi ketika setan menemani kami yang sedang terlena, lupa akan segala. Dengus nafas saya dan nafas Ronald sudah tak karuan terdorong gairah yang semakin meninggi. Ronald makin merapatkan tubuhnya sehingga saya merasa terhimpit dan sesak. Jalan nafas s...